sponsor

Select Menu

Data

OPINI

HUKUM

PENDIDIKAN

HOME » » Panduan Perjanjian Kerja


Ramches Merdeka 15:21 0

SBMI, Jakarta - Agar kita jangan ragu maka artikel ini diterbitkan untuk menjelaskan seterang-terangnya perihal apa yang dapat kita lakukan berkaitan dengan masalah perjanjian kerja.

Berikut adalah pertanyaan yang sering ditujukan kepada redaksi dari para pembaca terutama dari kalangan kita sendiri Buruh Migran Indonesia. Simak dan pahamilah.



1. Bolehkah kita memutuskan perjanjian kerja?

Boleh, majikan atau pekerja boleh memutuskan kontrak atau perjanjian apabila sudah tidak ada kecocokan satu sama lainya. Hal ini diatur dalam kontrak kerja pasal 10.


2. Lalu bagaimana cara memutuskan kontrak?


Ada dua cara memutuskan kontrak :
Dengan memberikan surat pemberitahuan satu bulan sebelumnya“one month notice” atau dikenal sebagai surat notice.
Mengganti satu bulan gaji kepada majikan. Jika memutuskan kontrak dengan cara ini bisa secara langsung berhenti bekerja


3. Bagaimana cara mengisi surat pemutusan kontrak kerja?

Surat pemutusan kontrak bisa ditulis tangan atau minta formulirnya di organisasi- organisasi Buruh Migran terdekat. Dalam surat tersebut kita harus mencantumkan identitas pribadi, alasan pemutusan kontrak dan tanggal anda meninggalkan rumah (harus berjarak 1 bulan dari tanggal penulisan surat). Untuk lebih jelasnya silahkan diperhatikan contoh yang surat terlampir.


4. Bagaimana cara memberikan surat notice ini ke majikan?

Berikut adalah slah satu contoh yang dilakukan kawan-kawan BMI di Hongkong:
Setelah ditulis lengkap, surat yang asli di copy 2 lembar. Yang asli di kasih ke majikan, yang 1 lembar di kirim imigrasi melalui kantor post dengan alamat dibawah ini

Immigration Department
Immigration Tower,
7 Gloucester Road,
Wan Chai, Hong Kong

Jangan lupa gunakan layanan register letter agar anda mempunyai bukti berupa kwitansi pengiriman surat. Dan lembar terakhir di simpan sendiri jika majikan mempermasalahkan tentang surat pemutusan kontrak kita masih punya bukti.


5. Bagaimana jika majikan menolak menerima surat pemutusan kontrak itu?

Selama kita sudah mengirimkan surat pemutusan kontrak ke imigrasi, anda tidak perlu mengkwatirkan majikan menerima atau tidak, setuju atau menolak bahkan merobek surat pemutusan kontrak tersebut. Karena hanya imigrasi yang memegang wewenang kita bisa tinggal atau tidaknya di Hong Kong.

Jika majikan menyuruh kita untuk menunggu sampai pembantunya yang baru datang, apa yang harus kita lakukan? Jika anda setuju dengan permintaan majikan maka anda bisa menuliskan surat pemberitahuan ke imigrasi. Apabila anda tidak setuju maka anda bisa menolak dan tetap keluar pada tanggal yang sudah ditulis di surat.

Jika kita yang memutuskan kontrak lalu siapa yang membelikan tiket? Majikan, apapun alasan pemutusan kontrak, siapapun yang memutuskan kontrak majikan tetap yang harus membelikan tiket.


8. Hak – hak apa saja yang masih kita dapatkan jika kita memutuskan kontrak?

Hak – hak yang anda dapat sama ketika majikan yang memutuskan kontrak. Yaitu sisa gaji, uang cuti tahunan (annual leave), tiket, uang perjalan (2 kali jalan) dan hak- hak lain jika ada.

Bolehkah majikan menyuruh kita pergi ketika dalam massa notice? Jika ada kasus demikian hak apa yang bisa kita dapatkkan? Boleh tetapi majikan harus mengganti uang. Misalnya anda harus keluar tanggal 7 November tetapi tanggal 1 November majikan menyuruh keluar maka majikan wajib membayar ganti rugi dari tanggal 1 sampai 7 November. Cara penghitunganya seperti dibawah ini :

- Gaji per bulan/365 x 12 X sisa notice

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.