sponsor

Select Menu

Data

OPINI

HUKUM

PENDIDIKAN

HOME » » TKI bakar diri


Ramches Merdeka 12:55 0

SBMI, Surabaya - Keluarga Wiji, tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia asal Sukoharjo, Jawa Tengah yang bakar diri di Malaysia, mempertanyakan harta benda dan hak-hak korban selama bekerja.

Hak-hak korban dimaksud berupa gaji dan asuransi. Lantaran hingga saat ini pihak-pihak terkait, yakni Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) maupun Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia belum memberikan keterangan apapun kepada keluarga korban.

Ngadi Atmojo, kakak kandung korban membenarkan, bahwa keluarga maupun ahli waris korban belum mendapatkan keterangan apapun.

Kepala Desa Gedongan, Lilik Hartanto bahkan mengaku pemerintah desa telah mengeluarkan biaya sendiri, untuk menjemput jenazah Wiji Selasa lalu, cargo Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta.

"Kami dimintai bantuan untuk mengurus gaji, asuransi, dan harta benda korban. Ini tadi petugas dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnakertrans) Sukoharjo, juga sudah ke sini. Katanya mau ke rumah korban. Tapi kami tidak tahu apa urusannya," ujar Lilik, ketika ditemui merdeka.com di kantornya, Jumat (10/5).

Sebelumnya, nasib tragis dialami Wiji (45), TKW asal Desa Gedongan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah. Wiji ditemukan meninggal dengan luka bakar serius, di kamar mandi majikannya, Amer Hamzah Bin Tajul Arus di Jl Permai 4/10 Bandar Baru Permai Jaya, Masai, Johor, Malaysia, Minggu (5/5).

Wiji diduga bunuh diri dengan cara membakar diri. Jenazah Wiji dikebumikan di kampungnya, Sukoharjo, Selasa lalu (7/5). (Merdeka)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.