sponsor

Select Menu

Data

OPINI

HUKUM

PENDIDIKAN

HOME » » Inilah Kondisi Penampungan PPTKIS Elkari Makmur Sentosa Yang Disidak Menteri itu


Redaksi Koran Migran 01:45 0

Kondisi Penampungan
Sidak PPTKIS, Lompat Pagar
KORAN MIGRAN, JAKARTA - Inilah kondisi Penampungan Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) Elkarim Makmur Sentosa yang terletak di Jalan Asem Baris Raya, Gang Z, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (5/11/2014) pagi, yang mendadak ramai karena disidak sama Menteri Tenaga Kerja kabinet Jokowi itu.

Dari pantauan lokasi penampungan berbentuk rumah itu terlihat tertutup rapat. Fiber panjang berwarna biru menutupi seluruh bagian pagar sehingga aktivitas para tenaga kerja di tempat penampungan itu tak dapat dilihat dari luar. Bahkan, di lokasi tersebut tidak terdapat papan petunjuk tempat penampungan.
 
Di dalam tempat penampungan tersebut ada 43 calon TKI berkumpul di ruang tamu. Kondisi mereka cukup memprihatinkan. Sehari-hari mereka melakukan aktivitas belajar, makan, dan tidur di tempat itu.
Bahkan, lokasi penampungan itu hanya menyediakan satu kamar mandi untuk dipakai beramai-ramai. Tempat penampungan itu jauh dari standar yang ditetapkan oleh Kementerian Tenaga Kerja berdasarkan Permen 07 Tahun 2005 tentang Standarisasi Penampungan TKI.
Salah satu standar yang ditetapkan, yakni satu orang mendapat satu kasur untuk tidur. Namun, yang terlihat justru satu kasur digunakan untuk beberapa orang. 

"Dari dulu banyak penampungan yang kondisinya begitu, tidak pernah diawasi dan jika dilaporkan pihak kemenaker dan BNP2TKI malas untuk menindaknya. Biasalah menteri baru," kata Yulia menanggapi sidang sang Menaker.

Menurut pengakuan para TKI, mereka rencananya akan disalurkan ke sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Sebagian besar mereka berasal dari wilayah Cirebon, Jawa Barat. Mereka sudah berada di tempat penampungan itu selama satu bulan. 

"Waktu datang ke sini saya bareng sama sekitar tujuh orang," ujar salah seorang calon TKI.

Menurut sang Menteri, kondisi tempat penampungan itu sangat merugikan TKI. Sebab, mereka ditelantarkan, mendapatkan tempat penampungan tidak layak sebelum disalurkan ke Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (PPTKI) yang resmi. 


"Terimakasih pak menteri, anda dan yang baca berita-berita hebat begini menjadi tahu bagaimana kondisi kami di PJTKI. Namun semua itu belum membebaskan kami Dari jerat biaya agent yg over charge (Berlebih alias mahal banget). Akar Dari perbudakan hutang bagi kami BMI. Berlakukan kontrak Mandiri," teriak Umi gemas merespon aksi sang Menteri itu.

Dari penulusuran alamat web yang kami dapatkan tidak sedikitpun web tersebut menggambar kegiatan penampungan dan penempatan Buruh Migran ke luar negeri. Berikut data yang kami unduh dari internet berkaitan dengan PPTKIS tersebut.:

Berikut informasi yang kami dapatkan mengenai PPTKIS ini:
PT. elkarim Makmur Sentosa
Kontak Person: Elkarim
Telepon: 021 83707732
Nomor Faks: 83707732
Email: EMS_CENTRE@YAHOO.COM
Website: elkarim.com
Alamat: ASEMBARIS RAYA JL F NO 15 TEBET
Kota: Jakarta Selatan
Kode Pos: 12830
Deskripsi Pt.elkarim Makmur Sentosa
SPECIALIS PENGIRIMAN TENAGA KERJA LUAR NEGERI ASIA PASIFIC



Penanggung Jawab : DRS. H. ABDUL KARIM
Nomor izin : 515 TAHUN 2012
Tanggal izin : 2012-07-18
Nomor Telp : (021) 8350760/ 83706788
Kabupaten/Kota : JAKARTA SELATAN

City                              : DKI Jakarta

Country                        : Indonesia

Negara Tujuan Penempatan: Taiwan Pria Wanita (Pabrik & PRT), Hong kong, Singapura, Malaysia dan Brunei.

Berikut beberapa keluhan yang kami dapatkan dari sumber di internet: TKI atau BMI diminta menunggu di rumah (red: pantas saja kalau penampungan menyesakkan begitu). PJTKI suka bersikap seenaknya kepada TKI. Seringkali membatalkan penerbangan dan mengharuskan TKI kembali ke PJTKI, dan harus membayar tebusan bila dikembalikan dari negara penempatan. TKI dianggap remeh (sepele), sampai-sampai tentang aturan-aturan pun saya tidak diberitahu oleh PT, jadi bingung kalau ada apa-apa. Penampungan PPTKIS ini tidak layak, seperti di penjara (keluhan soal tempat dan layanan yang sudah dibuktikan oleh sidak Menaker)
Sumber yang lain mengatakan bahwa mereka hanya belajar bahasa di PJTKI tersebut. Tenaga pengajarnya buruk. Bahasa yang diajarkan berbeda. Kurang praktek pengucapan sehingga mengakibatkan banyak TKI yang diterminate karena bahasanya kurang. Dan ada juga yang menginformasikan bahwa PJTKI ini banyak memungut biaya ke TKI yang tidak di jelaskan untuk apa biaya tersebut dan tidak ada kepastian pemberangkatan.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.